Humaniora · Kritik

Permintaan Maaf kepada Seluruh Nakes se-Indonesia

Kepada seluruh tenaga kesehatan se-Indonesia

di mana pun kalian berada.

 

Salam, semoga Anda semua selalu dilimpahkan kesehatan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.

Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga kesehatan se-Indonesia, atas kebebalan dan keabaian kami menjaga diri selama pandemi COVID-19 ini. Saya juga meminta maaf atas ketidakpedulian kami terhadap kerja keras dan perjuangan Anda semua merawat semua pasien COVID-19 ini. Sekali lagi saya meminta maaf dari Anda semua atas semua komentar-komentar jahat kami di media sosial Anda yang mulai muak dan lelah melihat tingkah laku kami.

Ada yang pernah bilang, bahwa COVID-19 ini tidak hanya membunuh manusia, tapi juga membunuh empati. Kami membunuh empati kami ketika berbondong-bondong sok-sokan mengenang masa lalu di sebuah tempat makan yang akan ditutup. Kami membunuh empati kami ketika beramai-ramai berbelanja pakaian lebaran, seakan tidak ada hal yang lebih penting dari pada baju lebaran tahun ini. Kami membunuh empati kami ketika katakan lebih takut tidak punya baju lebaran dari pada virus corona. Kami membunuh empati kami ketika merengek-rengek ingin mudik dan berlebaran di kampung halaman. Ya, kami benar-benar telah membunuh empati kami, dengan berbagai komentar-komentar dan pernyataan biadab tidak berperasaan yang kami sampaikan melalui media sosial kami. Kami mengubur empati kami dalam-dalam ketika mengusir Anda dan keluarga  dengan alasan takut terkena virus dan menolak menguburkan pejuang yang gugur melawan penyakit ini.

Kami mohon untuk jangan menyerah, lalu berpaling meninggalkan kami. Kami mohon dengan sangat, untuk tetap mau berjuang sekuat tenaga melawan pandemi yang sudah memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan kami. Kami mohon untuk tetap mau bersabar merawat kami yang tertular virus ini. Kami mohon dengan sangat.

Yakinlah bahwa perjuangan Anda tidak akan sia-sia. Setidaknya Tuhan Yang Maha Kuasa melihat dan memberikan ganjaran terbaik untuk perbuatan baik tersebut. Kami mungkin tidak bisa membalas dengan baik perjuangan kalian, kami cuma mampu mendoakan keselamatan dan kesehatan kalian.

Harap maklumi jika beberapa di antara kami mau tidak mau harus tetap keluar rumah, untuk menjaga hidup kami dan keluarga kami. Beberapa di antara kami tidak seberuntung yang lain, yang masih bisa bekerja dari rumah. Jika kami tidak keluar rumah, keluarga kami tidak akan makan untuk hari itu. Ingatkan lagi kami jika kami lalai menjaga diri.

Beberapa di antara kami memang sama sekali tidak memiliki pengetahuan akan penyakit ini. Keterbatasan ilmu dan wawasan kami menyebabkan kami mengira penyakit ini sama saja seperti flu yang cukup didiamkan saja akan sembuh sendiri. Namun, beberapa di antara kami memang sebebal itu, bahkan dengan gelar sarjana yang kami miliki. Mungkin kesombongan akan pendidikan tinggi kami menyebabkan kami meremehkan hal-hal yang tidak bisa kami lihat. Bahkan, walaupun kami telah tertular penyakit ini, kami masih tetap keluar dan berinteraksi dengan orang lain. Ya, kami memang sebodoh dan sebebal itu.

Sekali lagi, saya meminta maaf kepada seluruh tenaga kesehatan se-Indonesia. Semoga pengorbanan Anda semua diberkahi, diberikan pahala terbaik, dan semua yang gugur dalam perjuangan melawan COVID-19 ini mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga Tuhan Yang Mahapengasih melindungi Anda dan keluarga Anda semua, dan segera mengangkat penyakit ini. Semoga Tuhan Maha Membolak-balikkan Hati menghidupkan kembali empati dan peduli di hati kami semua.

Salam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s