Kontemplasi

Everything Happens for A Reason

 

Pernahkah kau kembali melihat sejenak ke belakang, melakukan refleksi diri terhadap apa yang telah kau lalui dan alami? Apakah benakmu dipenuhi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi jika kau memilih jalan yang berbeda?

Rasanya itu semua hal yang wajar, mungkin hampir semua orang melakukannya, berandai-andai dengan alternatif yang mungkin muncul. Apalagi ketika hidup yang kita jalani sekarang tidak berjalan sesuai cita-cita kita di awal.

Namun pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi di masa lalu adalah hal terbaik yang diberikan-Nya. Mungkin jika kau mendapatkan pekerjaan di perusahaan multinasional, bukan di perusahaan kecil seperti sekarang, kau menjadi seorang hedonist yang jauh dari Tuhan.

Mungkin akan ada fase saat kau merutuki kondisi saat ini, meratapi masa lalu, menyesali jalan yang kau ambil sekarang. Coba lihat berkah-berkah yang telah kau dapatkan sekarang, capaian-capaian yang sangat kau syukuri, serta pengalaman-pengalaman indah yang kau jalani.

Merutuki masa lalu tidak akan mengubah apa pun. Kau tidak akan dikembalikan ke masa lalu, lalu memperbaiki hidupmu dengan jalan yang menurutmu baik. Percayalah bahwa apa yang terjadi merupakan hal terbaik yang diberikan Tuhan kepadamu. Ia tidak memberikanmu apa yang kau inginkan, tapi apa yang terbaik untukmu.

Jika masih ada yang terjebak dengan penyesalan masa lalu, saranku, maafkanlah dirimu sendiri terlebih dahulu. Maafkan atas semua kebodohan, kekhilafan, dan ketidaktahuanmu di masa lalu. Jadikan semua hal tersebut pelajaran untuk menjalani hidup yang lebih baik di masa depan.

Lalu, berbaiksangkalah kepada Pemilik Skenario Terbaik. Ia yang tahu jalan hidup apa yang sebaiknya engkau jalani. Jangan lupa bersyukur atas apa yang telah engkau dapatkan, alami, dan miliki hingga hari ini. Lihatlah ke bawah, ada banyak orang yang tidak seberuntung engkau dalam hidupnya.

Rangkullah hidupmu sekarang, syukuri, dan jalani dengan sebaik mungkin. Percayalah bahwa everything happens for a reason.

Advertisements

6 thoughts on “Everything Happens for A Reason

  1. pernaaaaaaah bangeeeeeet … tp alhamdulillah ga menyesalinya .. cuma penasaran aja hahaha … andai aku kuliah dg bener … aku bakal lebih pinter ga dr aku yg skrg? 😂

    jadinya saya pengen kuliah s1 lagi udaaaaaa 🙈

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s