Kontemplasi

Hijrah, Awas Ujub

Hijrah secara bahasa berarti berpindah, umumnya hijrah diartikan sebagai peristiwa berpindahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Namun, hijrah diluaskan artinya sebagai perpindahan seseorang menuju kondisi yang lebih baik.

Ketika seseorang memutuskan untuk belajar ilmu Islam lebih dalam, memperbaiki ibadahnya, serta mengubah sikap dan tingkah lakunya sehingga sejalan dengan nilai-nilai Islam, maka ia dikatakan telah berhijrah. Hijrah mengalami peluasan makna, namun intinya adalah berubah ke kondisi yang lebih baik.

Saat ini banyak pemuda yang memutuskan hijrah. Semakin banyak kita lihat kajian-kajian yang ramai dihadiri pemuda-pemudi, semakin tenarnya ustadz/ulama muda di kalangan anak muda, dan ramainya postingan-postingan kebaikan di sosial media.

Namun, ada satu bahaya laten yang mengintai para pemuda-pemudi hijrah. Bahaya tersebut bernama Ujub

Ujub dalam Islam diartikan sebagai perilaku atau sifat mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan dirinya sendiri. Sifat ujub adalah salah satu sifat tercela atau sifat yang harus dihindari oleh umat muslim karena sifat ini bisa membuat seseorang menjadi sombong maupun riya. Sifat ujub juga dijelaskan oleh beberapa ulama diantaranya pendapat dari Ibnul Mubarok dan Imam Al Ghazali berikut ini

  • Ibnul Mubarok  berkata, perasaan ‘ujub adalah ketika seseorang merasa bahwa dirinya mempunyai suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  • Imam Al Ghozali menyebutkan bahwa perasaan ‘ujub adalah kecintaan seseorang akan suatu karunia yang ada pada dirinya dan merasa memilikinya sendiri serta tidak menyadari bahwa karunia tersebut adalah pemberian Allah SWT. Orang yang memiliki sifat ujub tidak akan mengembalikan keutamaan yang dimiliki tersebut kepada Allah SWT”

Dari uraian dan pendapat ulama diatas maka dapat diketahui bahwa ujub adalah suatu perilaku tercela meskipun hanya ada di batin saja. Misalnya seseorang yang merasa bangga akan kepintarannya dan memandang rendah orang lain. Hal ini tentu tidak dibenarkan dalam Islam karena segala yang dimiliki oleh manusia adalah karunia Allah SWT dan kita tidak bangga akan karunia tersebut. dalamislam.com

Ujub dalam hati bisa terbetik saat melihat seseorang yang masih tenggelam dalam keduniaannya, atau masih belum hijrah. Betapa mudahnya hati berkata, “Aku lebih baik darinya, karena aku sholat di masjid.”, “Kerudungku lebih lebar dan dalam darinya, jangan coba-coba menasihati deh.”

Sependek pemahamanku, syetan menggoda kita dari berbagai arah dan berbagai cara. Ujub adalah salah satu bisikan berbahaya yang akan merusak amalan baik kita. Ujub menghapuskan amalan, mendatangkan murka Allah, membaut kita cenderung pada sikap takabbur, serta merusak hubungan dengan sesama manusia.

Berhati-hatilah, ujub bisa datang kapan saja. Selalu rendahkan hati kita, tundukkan kesombongan kita, dan ingatlah bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri kita. Di atas langit masih ada langit, selalu ada orang yang lebih baik dari diri kita.

Dalam hal kebaikan dan ibadah, lihatlah orang-orang yang jauh lebih baik dari kita, maka kita akan berusaha mengejar ibadahnya. Dalam hal harta kekayaan dan dunia, lihatlah orang-orang yang di bawah kita. Ini akan mengajarkan kita untuk bersyukur.

Semoga kita dilindungi dari sikap ujub, takabur, dan riya. Aamiin.

Ini adalah sebuah tulisan sebagai pengingat kepada teman-teman yang telah hijrah, dan juga untuk diri sendiri yang masih sangat jauh dari sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s