Book I Read

Good Leader Ask Great Questions, Mulailah Memimpin dengan Pertanyaan

 

Dulu ketika zaman kuliah, selalu ditanamkan untuk memulai sebuah kegiatan dengan pertanyaan “mengapa”. Pertanyaan mengapa akan memberikan kita alasan dan pondasi. Setelah itu, baru muncul pertanyaan berikutnya: Apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana.

Pertanyaan “mengapa” berlaku dalam setiap hal di kehidupan. Mengapa kamu memilih membaca postingan ini, mengapa bekerja di tempat ini, mengapa menerima lamaran dia, mengapa, dan mengapa…

Ingin tahu adalah sifat dasar manusia. Karena rasa ingin tahu maka ilmu pengetahuan berkembang. Karena pertanyaan “mengapa apel jatuh ke tanah?” maka Newton menyusun hukum grafitasi. Manusia normal akan selalu penuh dengan pertanyaan.

Begitu juga dalam kepemimpinan. Ketika seseorang memulai atau sudah berkecimpung dalam dunia kepemimpinan, maka ia akan terus bertanya-tanya, baik pada dirinya sendiri atau pada orang lain.

Pertanyaan seperti: apakah aku layak memimpin, mengapa harus aku, apa yang harus aku perbaiki, mengapa anggota tim harus mengikutiku, dan ribuan bahkan jutaan pertanyaan lainnya. Timbulnya pertanyaan merupakan hal yang alami, tetapi cara memandang dan menjawab pertanyaan itu yang membedakan setiap orang.

Seseorang yang memiliki kualitas kepemimpinan yang baik akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan membuatnya menjadi pemimpin yang lebih baik. Ia tidak hanya bertanya pada diri sendiri, tapi juga bertanya pada para pemimpin yang telah berhasil terlebih dahulu. Ia mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut pada tokoh-tokoh yang mengalami situasi serupa dengannya. Pertanyaan yang timbul menjadi alasan kuat baginya terus belajar dan memperbaiki diri.

Dalam buku Good Leader Ask Great Questions, John C. Maxwell dengan apik menyusun pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di dalam proses kepemimpinan. Tujuh puluh pertanyaan di dalam buku ini merupakan pertanyaan pilihan yang mungkin ditanyakan oleh hampir seluruh pemimpin di dunia.

Ia memulainya dengan pertanyaan pada diri sendiri, pertanyaan pada anggota tim, baru kemudian pertanyaan-pertanyaan seputar masalah yang mungkin terjadi dalam kepemimpinan.

Tantangan seorang pemimpin adalah ketika memimpin orang dengan karakter yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diperlakukan sama. Terkadang cara yang dianggapnya benar ternyata tidak diterima dengan baik oleh anggota timnya. Idealnya seorang pemimpin harus bisa memahami karakter masing-masing anggota timnya dengan baik, sehingga paham pola kepemimpinan seperti apa yang sebaiknya diaplikasikan kepada timnya.

Kemudian juga muncul pertanyaan, apakah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa diaplikasikan oleh semua pemimpin, sesuai dengan kepribadian masing-masing yang unik? Bagaimana menyesuaikan kepemimpinan dengan kepribadian diri, serta kepribadian yang dipimpin.

Pelajaran kepemimpinan terbaik bisa kita temui dalam diri Rasulullah dan para sahabat, khususnya Khulafaur Rasyidin. Kelima tokoh ini dan para sahabat lainnya telah memberikan contoh terbaik untuk kita dalam kepemimpinan. Apakah Anda seorang pemimpin yang penyayang, keras hati, lemah lembut, bersemangat, atau seorang peragu, semua ada contohnya dari orang-orang terbaik yang pernah ada.

Pertanyaannya, apakah kita mau membaca (iqra) dan belajar darinya? Atau kita disilaukan oleh contoh yang tidak lebih baik dari contoh di atas?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s