Humaniora

Jangan Main-main dengan Fobia

 

fobia/fo·bia/ n ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya

https://kbbi.web.id/fobia

Kita menganggap fobia hanya sebuah ketakutan yang tidak masuk akal, bukan hal yang besar. Ada orang yang takut pada badut, ular, balon, bahkan kerupuk. Sering kita tertawa karena ketakutan mereka itu aneh dan sangat tidak masuk akal.

Tapi, fobia adalah ketakutan yang berlebihan, tidak hanya sekedar takut. Orang yang mengidap fobia, jika diperlihatkan/dipertemukan dengan hal yang ia takuti, ia akan terdiam membeku saking takutnya. Detak jantung meningkat, keringat dingin, gemetar, wajah memerah bahkan bisa lemas dan pingsan.

Sayang sekali, di televisi sering kita melihat artis-artis bermain-main dengan fobia yang diidap orang lain. Lihat saja di beberapa acara komedi, seseorang yang fobia ular, dipaksa untuk berinteraksi dengan ular. Mungkin mereka menganggap hal itu akan menyembuhkan fobianya. Atau juga karena akan sangat lucu melihat reaksi mereka terhadap hal yang mereka takuti (dan meningkatkan rating).

Akan tetapi, menyembuhkan fobia bukan dengan cara tersebut. Mengekspos penderita fobia dengan hal yang ia takuti hanya akan menyiksanya. Masyarakat awam akan melihat hal tersebut sebagai hal yang biasa dan melakukannya kepada temannya.

Hal tersebut berarti mendzhalimi orang lain. Hanya untuk kesenangan, kita menyakiti saudara kita, menyiksa mereka dengan hal yang mereka sangat takuti. Mengekspos penderita fobia dengan hal yang ia takuti adalah hal terjahat yang bisa Anda lakukan kepadanya.

Orang yang menderita fobia harusnya didukung untuk segera melakukan proses penyembuhan. Fobia ini bisa mengganggu aktivitasnya, dan menyulitkan hidupnya. Jika dibiarkan berlama-lama, penderita fobia bisa berakhir menyakiti dirinya sendiri.

Aku pernah bercakap dengan kawan yang menempuh pendidikan psikologi, menyembuhkan fobia adalah proses panjang, tidak instan. Selain itu, menyembuhkan fobia tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Harus orang-orang yang memiliki ilmunya seperti Psikologi, Kognitif Terapis, atau Konselor.

Yang dibutuhkan para penderita fobia adalah dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya. Mereka harus sepenuhnya didukung melakukan penyembuhan dari fobianya. Orang-orang di sekitarnya harus menjaga penderita fobia supaya tidak terpapar hal yang takuti, sampai ia benar-benar sembuh.

Ayo ubah pola pikir kita! Orang-orang yang menderita fobia tidak bisa disembuhkan dengan langsung menunjukkan hal yang ia takuti. Walaupun hal itu lucu, tapi layakkah kita mendapatkan kesenangan dari penderitaan orang lain?

Advertisements

4 thoughts on “Jangan Main-main dengan Fobia

  1. gagal pokus sama profilnya.. sutan nagari tp potonya wiro sableng..weleh weleh weleh ..

    btw tulisanmu menggugah hatiku uda sutan. aku harus minta maap nih kepada seorang teman.. hiks..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s