Ide

PD. Angkutan Kota, Sebuah Ide Solusi Polemik Transportasi Publik

Beberapa hari ke belakang, dunia maya diramaikan oleh berita demonstrasi besar-besaran terkait transportasi via aplikasi. Sebenarnya hal itu bukan berita baru, sudah lama sekali protes terkait transportasi via aplikasi ini terjadi, dan tidak hanya di satu atau dua kota.

Protes ini dilakukan oleh para sopir angkutan kota dan ojek pangkalan yang merasa terancam oleh kehadiran transportasi berbasis aplikasi. Sebelumnya mereka merasa aman karena konsumen tidak punya pilihan transportasi publik lain. Akan tetapi, sekarang konsumen bisa memilih transportasi yang aman dan nyaman menurut mereka.

Transportasi publik adalah darah yang membawa nutrisi pada sebuah kota. Transportasi memindahkan sumber daya manusia dan lain yang dibutuhkan sebuah kota untuk bertahan dan berkembang. Oleh karena itu, seharusnya transportasi publik adalah tanggung jawab pemerintah daerah seutuhnya, bukan dikelola oleh pihak ketiga.

Menghadapi persaingan dari transportasi berbasis aplikasi yang kian berkembang dan menimbulkan polemik, peran pemerintah daerah (dan pusat) seharusnya tidak hanya mengeluarkan peraturan dan himbauan, tapi langkah nyata yang memberikan hasil.

Di era penuh perubahan ini, transportasi publik harus mengimbangi dengan perubahan yang akan menyelamatkannya. Jika sesuatu menolak berubah, maka ia akan habis digerus waktu.

Di kondisi sekarang, pihak yang berkaitan dengan transportasi publik adalah pemerintah, pemilik kendaraan, koperasi tempat angkutan bernaung, dan konsumen atau penumpang. Pemerintah sebagai pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap transportasi publik, harus memberikan solusi nyata menghadapi perubahan dan persaingan di transportasi publik ini.

PERUSAHAAN DAERAH ANGKUTAN KOTA

Pemerintah mendirikan sebuah perusahaan daerah yang mengurusi transportasi publik untuk kota tersebut. Kita sebut saja PD. Angkutan Kota.

Menurut Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang dimaksud dengan Perusahaan Daerah “adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya diimiliki oleh Pemerintah Daerah”.

Menurut Elita Dewi (2002:4)  mengenai perusahaan daerah adalah sebagai berikut :

  1. Perusahaan Daerah adalah kesatuan produksi yang bersifat:  Memberi jasa, Menyelenggarakan pemanfaatan umum, Memupuk pendapatan
  2. Tujuan perusahaan daerah untuk turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan kebutuhan rakyat dengan menggutamakan industrialisasi dan ketentraman serta ketenangan kerja menuju masyarakat yang adil dan makmur.
  3. Perusahaan daerah bergerak dalam lapangan yang sesuai dengan urusan rumah tangganya menurut perundang-undangan yang mengatur pokok-pokok pemerintahan daerah.
  4. Cabang-cabang produksi yang penting bagi daerah dan mengusai hajat hidup orang banyak di daerah, yang modal untuk seluruhnya merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan

Maka tujuan dari perusahaan ini adalah melakukan pengelolaan transportasi publik yang nyaman dan aman untuk kesejahteraan rakyat kota tersebut.

 

Armada

PD. Angkutan Kota (PDAK) akan bekerja sama dengan seluruh pemilik armada angkutan kota di daerah tersebut. Dengan sistem sewa yang disepakati bersama, serta tidak merugikan salah satu pihak, PDAK menetapkan standar angkutan yang layak dipakai sebagai armada transportasi publik.

Jika pemilik armada tidak bisa memenuhi standar angkutan yang ditetapkan, PDAK menyediakan kredit lunak untuk penyediaan angkutan yang sesuai standar. Hanya pemilik armada angkutan umum sebelumnya yang bisa dan diutamakan bergabung menyewakan armada ke PDAK.

Beban biaya perawatan dan penggantian suku cadang dibebankan kepada kedua belah pihak, pemilik dan PDAK dengan pembagian persentase beban yang disepakati.

Sistem sewa ini akan mengurangi beban PDAK dalam hal penyediaan armada, dan membantu pemilik angkutan kota tetap mempunyai pendapatan dari armada yang mereka punya.

Supir

Supir dari armada PDAK diutamakan supir angkutan kota yang ada dan memenuhi persyaratan—seperti memiliki SIM A Umum, sehat jasmani dan rohani, dan lain-lain. Supir yang memenuhi persyaratan harus mengikuti pelatihan safety driving sehingga tidak akan ada lagi angkutan umum yang ugal-ugalan dan seenaknya di jalan.

Berbeda dari sistem setoran seperti biasanya, angkutan PDAK berjalan seperti Damri atau Trans Jakarta. Semua berjalan sesuai urutannya, tidak ada salip-salipan karena harus mengejar setoran. Supir pun digaji bulanan dengan shift yang diatur oleh PDAK.

Sistem seperti ini diharapkan akan membuat supir mengendarai mobil dengan lebih santai dan tidak saling berebut penumpang dan mengejar setoran, atau ngetem lama menunggu muatan. Penumpang bisa lebih tenang menaiki angkutan tersebut.

 

Sistem seperti ini diharapkan bisa membuat angkutan kota mampu bersaing dengan angkutan berbasis aplikasi. Pengembangan dan perbaikan sistem angkutan kota ini akan memanjakan masyarakat sebagai pelanggan dan pemakai angkutan kota. Masyarakat bebas memilih mode angkutan yang disenanginya, dan pemilik armada serta supir pun tenang karena adanya jaminan pendapatan.

Kelemahan sistem ini, atau mungkin hal yang belum terpikirkan adalah apakah sebagai perusahaan, PDAK mampu memberikan profit untuk daerah, atau setidaknya mampu bertahan dan balik modal? Dengan sistem seperti ini, apakah PDAK tidak akan terus membakar modal, tanpa bisa memberikan profit?

Ide ini sangat mentah dan sangat ideal, padahal tidak ada yang ideal di dunia, cuma ada di soal termodinamika saja. Ide ini harus dipoles dipertajam dan dibentuk lagi sehingga bisa menjadi win-less loose solution (aku tidak percaya win-win solution eksis). Mudah-mudahan dengan ide ini, tak perlu lagi ada demonstrasi anti angkutan berbasis aplikasi karena angkutan konvensional sudah mampu bersaing dengan kenyamanan dan keamanannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s