Ide

Kekeluargaan vs Profesionalisme, Berlawanan atau Saling Menguatkan?

Untuk organisasi, UKM-ITB khususnya, kata profesionalisme dan kekeluargaan dianggap dua kata yang sifatnya saling bertolak belakang. Profesionalitas dianggap sebuah kekakuan. Target, program kerja, dan  kegiatan harus tercapai sesuai parameter dan waktu yang direncanakan. Jika tidak, maka dianggap gagal. Sementara, kekeluargaan diterjemahkan sebagai sikap permisif, memaklumi, memaafkan serta kemudian melupakan.

Menurut KBBI,

profesional/pro·fe·si·o·nal/ /profésional/ a 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak –; 3 mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan amatir): pertandingan tinju —

profesionalitas/pro·fe·si·o·na·li·tas/ /profésionalitas/ n 1 perihal profesi; keprofesian; 2 kemampuan untuk bertindak secara profesional

kekeluargaan/ke·ke·lu·ar·ga·an/ n perihal (yang bersifat, berciri) keluarga: menyelesaikan perselisihan secara ~

Profesionalisme juga diungkap oleh Suparlan menyatakan bahwa: Profesionalisme berasal dari kata profesi yang berartikan bahwa menunjukkan pada suatu suatu pekerjaan atau jabatan yang  menuntut keahlian tanggung jawab dan kesetiaan terhadap pekerjaan itu. Misalnya guru sebagai profesi yang sangat mulia.

Profesional menunjukkan dua hal, yaitu orangnya dan penampilan/kinerja orang itu dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan. Jadi profesionalisme adalah sesuatu yang merujuk pada derajat atau tingkat penampilan seseorang sebagai seorang profesional dalam melaksanakan profesi yang mulia.

(http://bismillah-go.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-profesi-profesionalisme-dan.html, diakses 30 Agustus 2017, 13.00 WIB)

Sementara kekeluagaan, dikutip dari berbagai sumber, berarti suatu sikap yang menganut nilai-nilai seperti dalam keluarga seperti kasih sayang, kebersamaan, kepedulian, dan lain-lain. Gampangnya, kekeluargaan berarti menganggap seperti keluarga sendiri.

Bisakah sebuah organisasi non-profit seperti organisasi mahasiswa, LSM bersifat profesional sekaligus kekeluargaan? Sependek, sedangkal dan sesempit pemahamanku, bisa saja.

Secara sederhana, kita anggap profesional adalah mencapai target sesuai dengan parameter yang ditetapkan di awal perencanaan. Kekeluargaan berarti menyayangi anggota satu organisasi/kolega seperti saudara sendiri.

Berarti kesimpulannya, organisasi yang profesional dan kekeluargaan seperti sebuah keluarga yang mampu menyelesaikan setiap tugas yang diserahkan kepadanya.

Bagaimana jika satu program tidak bisa dikerjakan oleh penanggung jawabnya sesuai target? Jika suatu badan hanya bersifat profesional saja, maka sudah pasti orang tersebut akan mendapatkan minimal SP (Surat Peringatan) pertama. Tidak perlu klarifikasi, tabayun, alasan-alasan, selama dia tidak mencapai target, tidak ada ampun.

Organisasi yang bisa menjalankan keduanya, akan memanggil pihak yang bersangkutan, menanyakan alasan menurunnya performa lalu mencarikan solusinya bersama. Jika yang bersangkutan ternyata punya masalah sendiri sehingga mengakibatkan menurunnya performa, anggota tim yang lain mau dan mampu membantu mencapai tujuan yang diinginkan, bahkan walaupun bukan divisi atau bidangnya. Mereka tidak sungkan bekerja lintas sektoral, mencapai tujuan bersama organisasi mereka. Bagi mereka, yang terpenting adalah tujuan besar, bukan pencapaian pribadi saja, atau keselamatan diri belaka.

Organisasi yang bersifat profesional dan kekeluargaan, tujuan bersama menjadi hal yang harus dicapai daripada pencapaian pribadi. Setiap elemen di dalamnya bertanggung jawab terhadap keberjalanan organisasi tersebut, tidak hanya pengurus atau tim pelaksana saja. Setiap masalah harus diselesaikan dengan baik, cepat, tanpa menyakiti salah satu pihak.

Demi mencapai tujuan bersama itu, kerja sama dan kepedulian antar bidang, generasi dan tingkatan harus ditanamkan dari awal, sehingga tidak hanya ada rasa memiliki organisasi saja, tapi juga menyayangi kolega/rekannya.

Dalam pandanganku, organisasi yang hampir (hampir ya) bisa menjalankan kedua sifat itu adalah KAM-Bumi Ganesha. Dibantu karena tinggal di bawah atap yang sama dan bisa berinteraksi kapan saja, timbul kedekatan yang lebih erat antar elemen di dalamnya. Setiap masalah selalu berusaha diselesaikan dengan musyawarah dan bersama-sama.

Pertanyaannya adalah, bisakah sebuah organisasi (apalagi yang katanya sudah mapan) bersifat kekeluargaan dan profesional bersamaan, dan menjalankannya secara benar sesuai paparan di atas?

Jawabannya adalah: PASTI BISA, dan HARUS BISA. Metodenya yang harus dikaji lagi lebih mendalam.

Advertisements

2 thoughts on “Kekeluargaan vs Profesionalisme, Berlawanan atau Saling Menguatkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s