Ide

Menggalakkan Tertib Berlalu Lintas

Pertanyaan: Di manakah kota di Indonesia yang lalu lintasnya sangat tertib?

Mungkin banyak kota di Indonesia yang lalu lintasnya sangat ga tertib. Pengendara yang seenaknya dan pejalan kaki yang diam saja dizalimi pengendara kendaraan bermotor banyak sekali hadir, di tengah-tengah kita mungkin.

Tak sekali dua kali kita membaca artikel motor masuk ke jalan tol, mobil parkir di trotoar, atau kasus-kasus pelanggaran lalu lintas lain yang buat kita geleng-geleng kepala.

Ada banyak faktor lalu lintas di Indonesia semakin semrawut.

Analisis ala-ala, awalnya adalah semakin murah (dan mudahnya) membeli kendaraan bermotor. Lihat saja, kredit motor merajalela, mulai DP 0, bunga o%, cicilan ringan, syarat yang tidak sulit bahkan hingga bisa bayar dengan kolor (oh yang ini nggak ya?). Sebenarnya kredit kendaraan makin mudah ga akan memengaruhi lalu lintas jika pengurusan Surat Izin Mengemudi semuanya sesuai prosedur.

Idealnya adalah, SIM diberikan kepada pengendara yang tahu dan paham peraturan lalu lintas, bisa mengendarai kendaraan dengan baik, menguasai teknik-teknik yang diperlukan ketika mengendarai kendaraan. Tapi kondisinya kan tidak seperti itu.

Tak bisa dipungkiri, banyak jalur yang “mempermudah” mengurus SIM. Tak sedikit yang datang, isi form, ngobrol, foto, lalu SIM-nya jadi.

Bagaimana cara supaya kesadaran berlalu lintas masyarakat membaik? Ada beberapa cara/ide yang sempat muncul di pikiranku.

PENYULUHAN SEBELUM PENGENDARA MENGURUS SIM

Di beberapa tempat pengurusan SIM, memang diputarkan video-video pengarahan cara berlalu lintas yang baik. Sayangnya pemutaran video itu hanya sekadar memenuhi syarat yang harus ada di setiap tempat pembuatan SIM.

Baiknya, setelah mengisi form data diri, pemohon SIM dikumpulkan dalam satu ruangan kecil, bergantian, lalu diberikan penyuluhan pentingnya berkendara dengan baik sesuai peraturan yang berlaku. Tidak lupa tampilkan video-video kecelakaan akibat tidak mematuhi peraturan keselamatan berlalu lintas.

Secara psikologis, mungkin orang akan sedikit (sedikit ya) sadar jika melihat bukti-bukti nyata akibat kelalaian berkendara.

HIMBAUAN DI SETIAP PERSIMPANGAN

Ada satu berita menyatakan, denda tilang itu masih tak tersalurkan, masih menumpuk di rekening POLRI. (Lupa kapan dan di mana beritanya).

Tapi ideku adalah, pasang himbauan di setiap sudut jalan. Jangan pakai kata-kata yang lembut seperti,”Hargai nyawa Anda dengan tertib berkendara.”

Gunakan kata-kata yang lebih keras dan tajam, “Masih ugal-ugalan? Yakin udah siap mati? Yakin ibadahnya udah cukup?”. “Ga pake helm? Dijahit di kepala itu ga enak lho.” “Kalau mau mati ya mati sendiri aja, jangan di jalan dan ajak-ajak orang lain.”

Sebuah eksperimen yang dilakukan National Geographic di sebuah simulasi kecelakaan pesawat menyimpulkan, orang akan lebih paham dan menyimak sebuah pesan (atau dalam kasus ini, praktek keselamatan yang diperagakan pramugari) jika disertai kata-kata yang tajam dan menakut-nakuti mereka dengan resiko yang akan terjadi.

RANGKUL KOMUNITAS PEDULI LALU LINTAS

Kepolisian idealnya merangkul komunitas-komunitas pemakai jalan dan yang peduli dengan lalu lintas. Jangan hanya sekedar memberikan penyuluhan saja (walau perlu) untuk mereka, tapi jadikan mereka partner dalam kampanye tertib berlalu lintas.

Sebuah kumpulan, atau komunitas, jika mereka dianggap setara, akan mau dan rela membantu program-program yang digalakkan tentang tertib berlalu lintas. Mereka jadi ujung tombak, mengingatkan pengendara lain jika mereka melanggar atau lalai dalam berlalu lintas.

Setiap orang senang dianggap penting. Melibatkan mereka menjadi partner berarti menganggap mereka penting.

Ya ini adalah ide sih. Daripada numpuk di kepala trus jadi jerawat, mending ditulis aja.

Advertisements

4 thoughts on “Menggalakkan Tertib Berlalu Lintas

  1. Entah di pulau lainnya. Tapi menurutku sejauh ini kota yang lalu-lintasnya paling tertib di Pulau Jawa ada di Batu, Malang, Jawa Timur. Pengendara motor tertib safety & equipment-nya. Supir angkot bahkan tidak berani turunin penumpang apalagi ‘ngetem’ sembarang tempat. Jumlah kendaraan pribadi pun masih sangat terkontrol. :))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s