Humaniora · Kontemplasi

Jangan Remehkan Dosa Kecil

Seumur hidup kita, mungkin kita selalu diberikan peringatan akan bahaya dosa-dosa besar seperti syirik, zina, pembunuhan, khamr, dan lain-lain. Kita berusaha keras menjauhi dosa-dosa besar tersebut.

Tapi kita sering terlupa akan dosa-dosa kecil. Tak sedikit di antara kita yang meremehkan dosa-dosa kecil. Bukankah kita sering memakai sendal, pulpen, atau barang kecil orang lain tanpa izin dari mereka. Mungkin kita menganggap hal itu biasa aja,”not a big thing”. Tetapi, bagaimana jika kita diwafatkan saat melakukan hal tersebut? Apa alasan yang akan kita sampaikan pada malaikat ketika ditanya alasan kita melakukan dosa tersebut.

Sahabat, jika kita misalkan hati adalah cermin, maka dosa kecil adalah debu-debu tipis. Terlihat tidak memengaruhi cermin tersebut. Tapi jika kita meremehkan debu, maka lama kelamaan debu tersebut akan menumpuk dan berkerak di dalam hati kita.

Waspadalah sahabat. Dosa kecil yang dibiarkan terus-menerus akan menggerogoti hati kita secara perlahan. Seteguk air putih milik orang lain yang kita minum tanpa izin darinya akan tetap haram sampai orangnya merelakannya dan memaafkan kita sehingga menjadi halal. Pena yang kita pakai tanpa izin dari pemiliknya tidak akan memberikan hasil yang berkah, bahkan walau kita menulis seruan kebaikan dengannya.

Waspadalah sahabat akan dosa-dosa kecil. Bukankah kita tidak akan terjatuh karena batu besar, melainkan karena kerikil kecil?

Advertisements
Kontemplasi

Everything Happens for A Reason

 

Pernahkah kau kembali melihat sejenak ke belakang, melakukan refleksi diri terhadap apa yang telah kau lalui dan alami? Apakah benakmu dipenuhi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi jika kau memilih jalan yang berbeda?

Rasanya itu semua hal yang wajar, mungkin hampir semua orang melakukannya, berandai-andai dengan alternatif yang mungkin muncul. Apalagi ketika hidup yang kita jalani sekarang tidak berjalan sesuai cita-cita kita di awal.

Namun pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi di masa lalu adalah hal terbaik yang diberikan-Nya. Mungkin jika kau mendapatkan pekerjaan di perusahaan multinasional, bukan di perusahaan kecil seperti sekarang, kau menjadi seorang hedonist yang jauh dari Tuhan.

Mungkin akan ada fase saat kau merutuki kondisi saat ini, meratapi masa lalu, menyesali jalan yang kau ambil sekarang. Coba lihat berkah-berkah yang telah kau dapatkan sekarang, capaian-capaian yang sangat kau syukuri, serta pengalaman-pengalaman indah yang kau jalani.

Merutuki masa lalu tidak akan mengubah apa pun. Kau tidak akan dikembalikan ke masa lalu, lalu memperbaiki hidupmu dengan jalan yang menurutmu baik. Percayalah bahwa apa yang terjadi merupakan hal terbaik yang diberikan Tuhan kepadamu. Ia tidak memberikanmu apa yang kau inginkan, tapi apa yang terbaik untukmu.

Jika masih ada yang terjebak dengan penyesalan masa lalu, saranku, maafkanlah dirimu sendiri terlebih dahulu. Maafkan atas semua kebodohan, kekhilafan, dan ketidaktahuanmu di masa lalu. Jadikan semua hal tersebut pelajaran untuk menjalani hidup yang lebih baik di masa depan.

Lalu, berbaiksangkalah kepada Pemilik Skenario Terbaik. Ia yang tahu jalan hidup apa yang sebaiknya engkau jalani. Jangan lupa bersyukur atas apa yang telah engkau dapatkan, alami, dan miliki hingga hari ini. Lihatlah ke bawah, ada banyak orang yang tidak seberuntung engkau dalam hidupnya.

Rangkullah hidupmu sekarang, syukuri, dan jalani dengan sebaik mungkin. Percayalah bahwa everything happens for a reason.

Kontemplasi

Hijrah, Awas Ujub

Hijrah secara bahasa berarti berpindah, umumnya hijrah diartikan sebagai peristiwa berpindahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Namun, hijrah diluaskan artinya sebagai perpindahan seseorang menuju kondisi yang lebih baik.

Ketika seseorang memutuskan untuk belajar ilmu Islam lebih dalam, memperbaiki ibadahnya, serta mengubah sikap dan tingkah lakunya sehingga sejalan dengan nilai-nilai Islam, maka ia dikatakan telah berhijrah. Hijrah mengalami peluasan makna, namun intinya adalah berubah ke kondisi yang lebih baik.

Saat ini banyak pemuda yang memutuskan hijrah. Semakin banyak kita lihat kajian-kajian yang ramai dihadiri pemuda-pemudi, semakin tenarnya ustadz/ulama muda di kalangan anak muda, dan ramainya postingan-postingan kebaikan di sosial media.

Namun, ada satu bahaya laten yang mengintai para pemuda-pemudi hijrah. Bahaya tersebut bernama Ujub

Ujub dalam Islam diartikan sebagai perilaku atau sifat mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan dirinya sendiri. Sifat ujub adalah salah satu sifat tercela atau sifat yang harus dihindari oleh umat muslim karena sifat ini bisa membuat seseorang menjadi sombong maupun riya. Sifat ujub juga dijelaskan oleh beberapa ulama diantaranya pendapat dari Ibnul Mubarok dan Imam Al Ghazali berikut ini

  • Ibnul Mubarok  berkata, perasaan ‘ujub adalah ketika seseorang merasa bahwa dirinya mempunyai suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  • Imam Al Ghozali menyebutkan bahwa perasaan ‘ujub adalah kecintaan seseorang akan suatu karunia yang ada pada dirinya dan merasa memilikinya sendiri serta tidak menyadari bahwa karunia tersebut adalah pemberian Allah SWT. Orang yang memiliki sifat ujub tidak akan mengembalikan keutamaan yang dimiliki tersebut kepada Allah SWT”

Dari uraian dan pendapat ulama diatas maka dapat diketahui bahwa ujub adalah suatu perilaku tercela meskipun hanya ada di batin saja. Misalnya seseorang yang merasa bangga akan kepintarannya dan memandang rendah orang lain. Hal ini tentu tidak dibenarkan dalam Islam karena segala yang dimiliki oleh manusia adalah karunia Allah SWT dan kita tidak bangga akan karunia tersebut. dalamislam.com

Ujub dalam hati bisa terbetik saat melihat seseorang yang masih tenggelam dalam keduniaannya, atau masih belum hijrah. Betapa mudahnya hati berkata, “Aku lebih baik darinya, karena aku sholat di masjid.”, “Kerudungku lebih lebar dan dalam darinya, jangan coba-coba menasihati deh.”

Sependek pemahamanku, syetan menggoda kita dari berbagai arah dan berbagai cara. Ujub adalah salah satu bisikan berbahaya yang akan merusak amalan baik kita. Ujub menghapuskan amalan, mendatangkan murka Allah, membaut kita cenderung pada sikap takabbur, serta merusak hubungan dengan sesama manusia.

Berhati-hatilah, ujub bisa datang kapan saja. Selalu rendahkan hati kita, tundukkan kesombongan kita, dan ingatlah bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri kita. Di atas langit masih ada langit, selalu ada orang yang lebih baik dari diri kita.

Dalam hal kebaikan dan ibadah, lihatlah orang-orang yang jauh lebih baik dari kita, maka kita akan berusaha mengejar ibadahnya. Dalam hal harta kekayaan dan dunia, lihatlah orang-orang yang di bawah kita. Ini akan mengajarkan kita untuk bersyukur.

Semoga kita dilindungi dari sikap ujub, takabur, dan riya. Aamiin.

Ini adalah sebuah tulisan sebagai pengingat kepada teman-teman yang telah hijrah, dan juga untuk diri sendiri yang masih sangat jauh dari sempurna.

Book I Read

Good Leader Ask Great Questions, Mulailah Memimpin dengan Pertanyaan

 

Dulu ketika zaman kuliah, selalu ditanamkan untuk memulai sebuah kegiatan dengan pertanyaan “mengapa”. Pertanyaan mengapa akan memberikan kita alasan dan pondasi. Setelah itu, baru muncul pertanyaan berikutnya: Apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana.

Pertanyaan “mengapa” berlaku dalam setiap hal di kehidupan. Mengapa kamu memilih membaca postingan ini, mengapa bekerja di tempat ini, mengapa menerima lamaran dia, mengapa, dan mengapa…

Ingin tahu adalah sifat dasar manusia. Karena rasa ingin tahu maka ilmu pengetahuan berkembang. Karena pertanyaan “mengapa apel jatuh ke tanah?” maka Newton menyusun hukum grafitasi. Manusia normal akan selalu penuh dengan pertanyaan.

Begitu juga dalam kepemimpinan. Ketika seseorang memulai atau sudah berkecimpung dalam dunia kepemimpinan, maka ia akan terus bertanya-tanya, baik pada dirinya sendiri atau pada orang lain.

Pertanyaan seperti: apakah aku layak memimpin, mengapa harus aku, apa yang harus aku perbaiki, mengapa anggota tim harus mengikutiku, dan ribuan bahkan jutaan pertanyaan lainnya. Timbulnya pertanyaan merupakan hal yang alami, tetapi cara memandang dan menjawab pertanyaan itu yang membedakan setiap orang.

Seseorang yang memiliki kualitas kepemimpinan yang baik akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan membuatnya menjadi pemimpin yang lebih baik. Ia tidak hanya bertanya pada diri sendiri, tapi juga bertanya pada para pemimpin yang telah berhasil terlebih dahulu. Ia mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut pada tokoh-tokoh yang mengalami situasi serupa dengannya. Pertanyaan yang timbul menjadi alasan kuat baginya terus belajar dan memperbaiki diri.

Dalam buku Good Leader Ask Great Questions, John C. Maxwell dengan apik menyusun pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di dalam proses kepemimpinan. Tujuh puluh pertanyaan di dalam buku ini merupakan pertanyaan pilihan yang mungkin ditanyakan oleh hampir seluruh pemimpin di dunia.

Ia memulainya dengan pertanyaan pada diri sendiri, pertanyaan pada anggota tim, baru kemudian pertanyaan-pertanyaan seputar masalah yang mungkin terjadi dalam kepemimpinan.

Tantangan seorang pemimpin adalah ketika memimpin orang dengan karakter yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diperlakukan sama. Terkadang cara yang dianggapnya benar ternyata tidak diterima dengan baik oleh anggota timnya. Idealnya seorang pemimpin harus bisa memahami karakter masing-masing anggota timnya dengan baik, sehingga paham pola kepemimpinan seperti apa yang sebaiknya diaplikasikan kepada timnya.

Kemudian juga muncul pertanyaan, apakah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa diaplikasikan oleh semua pemimpin, sesuai dengan kepribadian masing-masing yang unik? Bagaimana menyesuaikan kepemimpinan dengan kepribadian diri, serta kepribadian yang dipimpin.

Pelajaran kepemimpinan terbaik bisa kita temui dalam diri Rasulullah dan para sahabat, khususnya Khulafaur Rasyidin. Kelima tokoh ini dan para sahabat lainnya telah memberikan contoh terbaik untuk kita dalam kepemimpinan. Apakah Anda seorang pemimpin yang penyayang, keras hati, lemah lembut, bersemangat, atau seorang peragu, semua ada contohnya dari orang-orang terbaik yang pernah ada.

Pertanyaannya, apakah kita mau membaca (iqra) dan belajar darinya? Atau kita disilaukan oleh contoh yang tidak lebih baik dari contoh di atas?

Humaniora

Jangan Main-main dengan Fobia

 

fobia/fo·bia/ n ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya

https://kbbi.web.id/fobia

Kita menganggap fobia hanya sebuah ketakutan yang tidak masuk akal, bukan hal yang besar. Ada orang yang takut pada badut, ular, balon, bahkan kerupuk. Sering kita tertawa karena ketakutan mereka itu aneh dan sangat tidak masuk akal.

Tapi, fobia adalah ketakutan yang berlebihan, tidak hanya sekedar takut. Orang yang mengidap fobia, jika diperlihatkan/dipertemukan dengan hal yang ia takuti, ia akan terdiam membeku saking takutnya. Detak jantung meningkat, keringat dingin, gemetar, wajah memerah bahkan bisa lemas dan pingsan.

Sayang sekali, di televisi sering kita melihat artis-artis bermain-main dengan fobia yang diidap orang lain. Lihat saja di beberapa acara komedi, seseorang yang fobia ular, dipaksa untuk berinteraksi dengan ular. Mungkin mereka menganggap hal itu akan menyembuhkan fobianya. Atau juga karena akan sangat lucu melihat reaksi mereka terhadap hal yang mereka takuti (dan meningkatkan rating).

Akan tetapi, menyembuhkan fobia bukan dengan cara tersebut. Mengekspos penderita fobia dengan hal yang ia takuti hanya akan menyiksanya. Masyarakat awam akan melihat hal tersebut sebagai hal yang biasa dan melakukannya kepada temannya.

Hal tersebut berarti mendzhalimi orang lain. Hanya untuk kesenangan, kita menyakiti saudara kita, menyiksa mereka dengan hal yang mereka sangat takuti. Mengekspos penderita fobia dengan hal yang ia takuti adalah hal terjahat yang bisa Anda lakukan kepadanya.

Orang yang menderita fobia harusnya didukung untuk segera melakukan proses penyembuhan. Fobia ini bisa mengganggu aktivitasnya, dan menyulitkan hidupnya. Jika dibiarkan berlama-lama, penderita fobia bisa berakhir menyakiti dirinya sendiri.

Aku pernah bercakap dengan kawan yang menempuh pendidikan psikologi, menyembuhkan fobia adalah proses panjang, tidak instan. Selain itu, menyembuhkan fobia tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Harus orang-orang yang memiliki ilmunya seperti Psikologi, Kognitif Terapis, atau Konselor.

Yang dibutuhkan para penderita fobia adalah dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya. Mereka harus sepenuhnya didukung melakukan penyembuhan dari fobianya. Orang-orang di sekitarnya harus menjaga penderita fobia supaya tidak terpapar hal yang takuti, sampai ia benar-benar sembuh.

Ayo ubah pola pikir kita! Orang-orang yang menderita fobia tidak bisa disembuhkan dengan langsung menunjukkan hal yang ia takuti. Walaupun hal itu lucu, tapi layakkah kita mendapatkan kesenangan dari penderitaan orang lain?

Book I Read

Today Matters, Kamu Hari Ini Menentukan Kesuksesan di Masa Depan

Kesuksesan kamu di masa depan ditentukan oleh tindakanmu hari ini. Pepatah ini (mungkin dengan redaksi kata yang berbeda) telah terbukti kebenarannya. Tindakan, sikap, tingkah laku kita hari ini menentukan masa depan kita.

Tindakan hari ini berarti kebiasaan yang kita tanamkan di dalam diri, berfokus pada hari ini. John C. Maxwell dalam buku Today Matters menuliskan, “Rahasia kesuksesan Anda ditentukan agenda harian Anda.”

Berapa banyak dari kita yang hidup hanya mengikuti aliran waktu, membiarkannya mengalir begitu saja. Kita hanya menunggu kesempatan datang, berharap keberuntungan menghampiri. Padahal hidup tidak seperti itu, kita harus menjadikan setiap hari berarti.

Kita harus menghargai hari ini, mengisinya dengan kegiatan dan kebiasaan berarti, sehingga Anda membuka jalan untuk pertumbuhan dan kesuksesan diri.

John C. Maxwell menyebutkan ada dua belas area penting yang perlu Anda kembangkan setiap hari untuk meraih kesuksesan. Kedua belas area itu adalah:

  • Sikap: tentukan dan perlihatkan sikap yang tepat setiap hari
  • Prioritas: tentukan dan lakukan prioritas-prioritas penting setiap hari.
  • Kesehatan: pelajari dan ikuti panduan kesehatan setiap hari.
  • Keluarga: berkomunikasi dan memedulikan keluarga setiap hari.
  • Pikiran: praktikkan dan kembangn pikiran yang baik setiap hari.
  • Komitmen: buat dan penuhi komitmen-komitmen yang tepat setiap hari.
  • Keuangan: hasilkan dan kelola uang Anda secara tepat setiap hari.
  • Iman: perkuat dan jalani iman Anda setiap hari.
  • Hubungan: mulai dan kembangkan hubungan yang kukuh setiap hari.
  • Kemurahan hati: rencanakan dan teladani kedermawanan Anda setiap hari.
  • Nilai: yakini dan terapkan nilai-nilai hidup yang baik setiap hari.
  • Pertumbuhan: upayakan dan alami perkembangan setiap hari.

Yang menarik, dalam dua belas aspek ini, ada keputusan-keputusan yang perlu Anda ambil di setiap area yang jika Anda terapkan keputusan-keputusan tersebut tiap hari, Anda akan mengalami kesuksesan.

Selain itu, karena latar belakangnya sebagai pendeta, aspek iman tidak pernah luput dari perhatian Maxwell. Maxwell mendorong Anda untuk menguatkan dan mengandalkan iman Anda setiap hari. Bagi aku sebagai pemeluk Islam, hal ini berarti tidak hanya mengerjakan Sholat, tapi mendirikan sholat.

Mendirikan berarti tidak hanya sekadar mengerjakan, tapi bersungguh-sungguh serta khusyuk. Selain sholat, ibadah lain yang bisa dilakukan setiap hari harus bisa meningkatkan keimanan. Iman yang tertanam dengan benar dalam diri akan menjelma menjadi sikap yang baik dan memengaruhi aspek-aspek yang lain.

Hari ini berharga, oleh karena itu jadikan hari ini berarti.

Ide

PD. Angkutan Kota, Sebuah Ide Solusi Polemik Transportasi Publik

Beberapa hari ke belakang, dunia maya diramaikan oleh berita demonstrasi besar-besaran terkait transportasi via aplikasi. Sebenarnya hal itu bukan berita baru, sudah lama sekali protes terkait transportasi via aplikasi ini terjadi, dan tidak hanya di satu atau dua kota.

Protes ini dilakukan oleh para sopir angkutan kota dan ojek pangkalan yang merasa terancam oleh kehadiran transportasi berbasis aplikasi. Sebelumnya mereka merasa aman karena konsumen tidak punya pilihan transportasi publik lain. Akan tetapi, sekarang konsumen bisa memilih transportasi yang aman dan nyaman menurut mereka.

Transportasi publik adalah darah yang membawa nutrisi pada sebuah kota. Transportasi memindahkan sumber daya manusia dan lain yang dibutuhkan sebuah kota untuk bertahan dan berkembang. Oleh karena itu, seharusnya transportasi publik adalah tanggung jawab pemerintah daerah seutuhnya, bukan dikelola oleh pihak ketiga.

Menghadapi persaingan dari transportasi berbasis aplikasi yang kian berkembang dan menimbulkan polemik, peran pemerintah daerah (dan pusat) seharusnya tidak hanya mengeluarkan peraturan dan himbauan, tapi langkah nyata yang memberikan hasil.

Di era penuh perubahan ini, transportasi publik harus mengimbangi dengan perubahan yang akan menyelamatkannya. Jika sesuatu menolak berubah, maka ia akan habis digerus waktu.

Di kondisi sekarang, pihak yang berkaitan dengan transportasi publik adalah pemerintah, pemilik kendaraan, koperasi tempat angkutan bernaung, dan konsumen atau penumpang. Pemerintah sebagai pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap transportasi publik, harus memberikan solusi nyata menghadapi perubahan dan persaingan di transportasi publik ini.

PERUSAHAAN DAERAH ANGKUTAN KOTA

Pemerintah mendirikan sebuah perusahaan daerah yang mengurusi transportasi publik untuk kota tersebut. Kita sebut saja PD. Angkutan Kota.

Menurut Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang dimaksud dengan Perusahaan Daerah “adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya diimiliki oleh Pemerintah Daerah”.

Menurut Elita Dewi (2002:4)  mengenai perusahaan daerah adalah sebagai berikut :

  1. Perusahaan Daerah adalah kesatuan produksi yang bersifat:  Memberi jasa, Menyelenggarakan pemanfaatan umum, Memupuk pendapatan
  2. Tujuan perusahaan daerah untuk turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan kebutuhan rakyat dengan menggutamakan industrialisasi dan ketentraman serta ketenangan kerja menuju masyarakat yang adil dan makmur.
  3. Perusahaan daerah bergerak dalam lapangan yang sesuai dengan urusan rumah tangganya menurut perundang-undangan yang mengatur pokok-pokok pemerintahan daerah.
  4. Cabang-cabang produksi yang penting bagi daerah dan mengusai hajat hidup orang banyak di daerah, yang modal untuk seluruhnya merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan

Maka tujuan dari perusahaan ini adalah melakukan pengelolaan transportasi publik yang nyaman dan aman untuk kesejahteraan rakyat kota tersebut.

 

Armada

PD. Angkutan Kota (PDAK) akan bekerja sama dengan seluruh pemilik armada angkutan kota di daerah tersebut. Dengan sistem sewa yang disepakati bersama, serta tidak merugikan salah satu pihak, PDAK menetapkan standar angkutan yang layak dipakai sebagai armada transportasi publik.

Jika pemilik armada tidak bisa memenuhi standar angkutan yang ditetapkan, PDAK menyediakan kredit lunak untuk penyediaan angkutan yang sesuai standar. Hanya pemilik armada angkutan umum sebelumnya yang bisa dan diutamakan bergabung menyewakan armada ke PDAK.

Beban biaya perawatan dan penggantian suku cadang dibebankan kepada kedua belah pihak, pemilik dan PDAK dengan pembagian persentase beban yang disepakati.

Sistem sewa ini akan mengurangi beban PDAK dalam hal penyediaan armada, dan membantu pemilik angkutan kota tetap mempunyai pendapatan dari armada yang mereka punya.

Supir

Supir dari armada PDAK diutamakan supir angkutan kota yang ada dan memenuhi persyaratan—seperti memiliki SIM A Umum, sehat jasmani dan rohani, dan lain-lain. Supir yang memenuhi persyaratan harus mengikuti pelatihan safety driving sehingga tidak akan ada lagi angkutan umum yang ugal-ugalan dan seenaknya di jalan.

Berbeda dari sistem setoran seperti biasanya, angkutan PDAK berjalan seperti Damri atau Trans Jakarta. Semua berjalan sesuai urutannya, tidak ada salip-salipan karena harus mengejar setoran. Supir pun digaji bulanan dengan shift yang diatur oleh PDAK.

Sistem seperti ini diharapkan akan membuat supir mengendarai mobil dengan lebih santai dan tidak saling berebut penumpang dan mengejar setoran, atau ngetem lama menunggu muatan. Penumpang bisa lebih tenang menaiki angkutan tersebut.

 

Sistem seperti ini diharapkan bisa membuat angkutan kota mampu bersaing dengan angkutan berbasis aplikasi. Pengembangan dan perbaikan sistem angkutan kota ini akan memanjakan masyarakat sebagai pelanggan dan pemakai angkutan kota. Masyarakat bebas memilih mode angkutan yang disenanginya, dan pemilik armada serta supir pun tenang karena adanya jaminan pendapatan.

Kelemahan sistem ini, atau mungkin hal yang belum terpikirkan adalah apakah sebagai perusahaan, PDAK mampu memberikan profit untuk daerah, atau setidaknya mampu bertahan dan balik modal? Dengan sistem seperti ini, apakah PDAK tidak akan terus membakar modal, tanpa bisa memberikan profit?

Ide ini sangat mentah dan sangat ideal, padahal tidak ada yang ideal di dunia, cuma ada di soal termodinamika saja. Ide ini harus dipoles dipertajam dan dibentuk lagi sehingga bisa menjadi win-less loose solution (aku tidak percaya win-win solution eksis). Mudah-mudahan dengan ide ini, tak perlu lagi ada demonstrasi anti angkutan berbasis aplikasi karena angkutan konvensional sudah mampu bersaing dengan kenyamanan dan keamanannya.